Senin, 07 Februari 2011

Nusa Tenggara Barat

menumbuk_padi.JPG (42065 bytes) Batu Golog
Pada jaman dahulu di daerah Padamara dekat Sungai Sawing hiduplah sebuah keluarga miskin. Sang istri bernama Inaq Lembain dan sang suami bernama Amaq Lembain.
Mata pencaharian mereka adalah buruh tani. Setiap hari mereka berjalan kedesa desa menawarkan tenaganya untuk menumbuk padi.
Kalau Inaq Lembain menumbuk padi maka kedua anaknya menyertai pula. Pada suatu hari, ia sedang asyik menumbuk padi. Kedua anaknya ditaruhnya diatas sebuah batu ceper didekat tempat ia bekerja.
Anehnya, ketika Inaq mulai menumbuk, batu tempat mereka duduk makin lama makin menaik. Merasa seperti diangkat, maka anaknya yang sulung mulai memanggil ibunya: "Ibu batu ini makin tinggi." Namun sayangnya Inaq Lembain sedang sibuk bekerja. Dijawabnya, "Anakku tunggulah sebentar, Ibu baru saja menumbuk."
Begitulah yang terjadi secara berulang-ulang. Batu ceper itu makin lama makin meninggi hingga melebihi pohon kelapa. Kedua anak itu kemudian berteriak sejadi-jadinya. Namun, Inaq Lembain tetap sibuk menumbuk dan menampi beras. Suara anak-anak itu makin lama makin sayup. Akhirnya suara itu sudah tidak terdengar lagi.
Batu Goloq itu makin lama makin tinggi. Hingga membawa kedua anak itu mencapai awan. Mereka menangis sejadi-jadinya. Baru saat itu Inaq Lembain tersadar, bahwa kedua anaknya sudah tidak ada. Mereka dibawa naik oleh Batu Goloq.
Inaq Lembain menangis tersedu-sedu. Ia kemudian berdoa agar dapat mengambil anaknya. Syahdan doa itu terjawab. Ia diberi kekuatan gaib. dengan sabuknya ia akan dapat memenggal Batu Goloq itu. Ajaib, dengan menebaskan sabuknya batu itu terpenggal menjadi tiga bagian. Bagian pertama jatuh di suatu tempat yang kemudian diberi nama Desa Gembong olrh karena menyebabkan tanah di sana bergetar. Bagian ke dua jatuh di tempat yang diberi nama Dasan Batu oleh karena ada orang yang menyaksikan jatuhnya penggalan batu ini. Dan potongan terakhir jatuh di suatu tempat yang menimbulkan suara gemuruh. Sehingga tempat itu diberi nama Montong Teker.
Sedangkan kedua anak itu tidak jatuh ke bumi. Mereka telah berubah menjadi dua ekor burung. Anak sulung berubah menjadi burung Kekuwo dan adiknya berubah menjadi burung Kelik. Oleh karena keduanya berasal dari manusia maka kedua burung itu tidak mampu mengerami telurnya.
(Cerita ini diadaptasi secara bebas dari I Nengah Kayun dan kawan-kawan, "Batu Goloq," Cerita Rakyat Nusa Tenggara Barat, Jakarta: Departemen P dan K, 1981, hal. 21-25).

Jumat, 04 Februari 2011

Tips Hubungan Seks Di Malam Pertama




Tips ini sangat sesuai digunakan pada malam pertama. Pada malam pertama, lebih-lebih lagi untuk melakukan persetubuhan dengan pasangan isteri yang masih dara merupakan suatu cabaran yang terpaksa ditempuh dengan sabar oleh pasangan pengantin.
Persetubuhan yang dimaksudkan untuk memecah dara perlu dilakukan dengan lemah lembut dan bertimbangrasa. Ini akan menolong meminimakan rasa kesakitan isteri sewaktu dara terkoyak menerusi tusukan pertama.
Cara yang disarankan oleh orang Melayu ialah, suami duduk bersila setelah melakukan istimta’ yang secukupnya. Isteri didudukkan menghadap suami dalam keadaan mencangkung dan farajnya berada di atas zakar.
Di sepanjang posisi ini dilakukan suami tidak memainkan peranan yang aktif, tetapi hanya mencumbu dan membelai isteri bagi meningkatkan kenikmatannya.
Zakar dihalakan ke arah lubang faraj, kemudian isteri akan memasukkan zakar ke dalam liang farajnya dengan memandukannya dengan tangannya dan kemudian menekan farajnya ke arah kepala zakar dan memasukkan zakar sedikit demi sedikit. Isteri akan berada di dalam keadaan nikmat dan sakit yang meningkat dan menurun semasa proses memecah dara. Isteri akan membuat pilihan, dia akan menekankan farajnya agar zakar masuk lebih dalam apabila nikmat yang dirasainya lebih hebat dari kesakitan. Isteri akan berhenti sejauh mana dia merasa kesakitan lebih hebat dari kenikmatan. Bila kenikmatan meningkat kembali, dia akan menyambung kerjanya itu, agar zakar dapat masuk lebih dalam. Dengan cara ini akhirnya dara terkoyak, dan kemudian persetubuhan akan diteruskan dalam posisi yang lain atau dihentikan lalu dilakukan pada masa yang lain.
Kenikmatan pada isteri masa memecah dara itu dapat ditingkatkan dengan cumbuan dan rangsangan dari suami ke arah buah dada, pinggang, tengkuk, leher, mulut dan telinga isteri. Dalam ertikata lain, suami perlulah melakukan cumbuan yang berterusan agar isteri itu lupakan dirinya dan kesakitan. Menghisap lidah isteri adalah amat baik dilakukan pada ketika itu.
Komen: Ia memang sangat sesuai digunakan ketika memasukkan zakar ke dalam faraj isteri buat kali pertama. InsyaAllah sangat nikmat, lagi-lagi jika suami isteri melakukan french kiss ketika proses tusukan zakar ke dalam faraj.